Pelebon di Puri Ubud
Kamis 18 Agustus 2011, merupakan hari yang bersejarah bagi keluarga Puri Ubud. Hari itu adalah puncak acara pelebon ngaben anggota keluarga kerajaan Ubud yakni : Anak Agung Niang Rai.
Beliau adalah istri dari Tjokorda Gde Agung Sukawati (1910-1978), penglingsir (kepala keluarga kerajaan) dari Puri Agung Ubud sejak 1931 sampai 1978 dan dikenal luas sebagai “Raja Ubud”.
Almarhum Anak Agung Niang Rai meninggal di usia 80 tahun pada hari Sabtu 14 Mei 2011. Upacara Pelebon atau juga dikenal sebagai upacara (kremasi) Ngaben adalah salah satu upacara adat keagamaan Hindu-Bali. Upacara ini adalah bentuk rasa hormat dari keluarga dan masyarakat lokal untuk mendiang.
Upacara Pelebon adalah upacara untuk memurnikan dan mengembalikan unsur-unsur Panca Maha Butha (lima unsur alam semesta yang membentuk kehidupan) dalam tubuh manusia (Bhuana Alit, mikro-kosmos) ke alam semesta (Bhuana Agung, makro-kosmos) . Unsur-unsur Panca Maha Butha dalam tubuh manusia adalah: (Pertiwi, Apah, Teja, Bayu dan Akasa).
Upacara pemberangkatan jenazah dari Puri Agung Ubud ke kuburan dimulai pukul 13.00 wita. Jenasah diantar dengan Bade sembilan lantai tinggi 25 meter dan Lembu dengan tinggi 7,5 meter ke lokasi kremasi di Setra Dalem Puri di Peliatan yang berjarak sekitar 900 meter ke timur dari Puri Agung Ubud. Bade serta lembu sebagai sarana upakara ini, diusung oleh sekitar 4.500 orang dari 16 banjar adat baik dari Ubud maupun luar Ubud. Dalam pemberangkatan bade maupun lembu, dilakukan secara estafet.























